Peran ASI Dalam Tumbuh Kembang Anak

peran ASI dalam tumbuh kembang bayi

Peran ASI dalam tumbuh kembang anak, ASI merupakan nutrisi terbaik dan makanan bayi yang memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak, karena terbukti memiliki manfaat sangat besar untuk jangka panjang.

 

Mengapa ASI merupakan nutrisi terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak? karena dalam ASI terdapat kadar lemak yang lebih tinggi di banding dengan yang lain. kadar lemak yang tinggi itu dibutuhkan bayi untuk mendukung pertumbuhan otak yang cepat semasa bayi. Semasa lahir, otak bayi belum sepenuhnya berkembang dan akan terus tumbuh serta berkembang. Kemudian membuat hubungan penting antar sel yang ada sampai sekitar 3 tahun setelah lahir.

 

Berikut beberapa manfaat untuk tumbuh kembang bayi

  1. ASI mengandung zat – zat berkualitas tinggi berguna untuk kecerdasan, pertumbuhan dan perkembangan anak
  2. Bayi yang diberi ASI akan lebih cerdas disbandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.
  3. ASI mengandung antibody, antibody ini berfungsi melawan bakteri dan virus sehingga bayi tidak mudah sakit. Bayi yang sehat akan tumbuh lebih baik dari pada bayi yang mudah sakit. Beberapa gejala infeksi seperti demam tinggi dapat mengakibatkan kerusakan otak yang tentunya akan menghambat perkembangan bayi secara keseluruhan. Oleh karena itu, ASI memiliki peran penting dalam mencegah kerusakan otk dan hambatan pertumbuhan.
  4. Mendukung pertumbuhan tulang dan gigi. Laktosa pada ASI bermanfaat meningkatkan absorbs kalsium. Kalsium ini sangat diperlukan untuk membentuk tulang dan gigi anak. selain itu ASI juga mengandung vitamin D yang turut mendukung pertumbuhan tulang.
  5. Mendukung pertumbuhan psikologis, ibu yang menyusui akan lebih sering mendekap bayinya sehingga memberikan suasana nyaman dan tenang. Suasana ini akan memacu perkembangan fisik dan psikis bayi sehingga lebih mudah dilatih dan konsentrasi terhadap didikan ibu.

 

Jadi memberikan ASI adalah pilihan ibu yang paling tepat untuk bayi, Karena ASI adalah pilihan terbaik ibu untuk proses tumbuh kembang anak.

 


Dukungan Ayah Dalam Memberikan ASI

ayah asi

Dukungan Ayah dalam memberikan ASI, Ketika bayi sudah lahir ke dunia ini kerjasama ayah dan ibu sangat diperlukan untuk mengurus bayi. Ibu tidak akan bisa berjuang sendirian, Peran serta dukungan dari anggota keluarga khususnya ayah sangat diperlukan. Ayah harus mengetahui dengan benar mengenai manfaat dari ASI, dengan mengetahui dari manfaat ASI ayah akan lebih mudah dalam memberikan dukungan untuk ibu dalam menyusui.

 

Setelah ayah mengetahui manfaat ASI bagi bayi. Sebagai seorang ayah ASI, ayah harus bisa memberi dukungan kepada ibu yang menyusui. Suksesnya ibu menyusui haruslah didukung oleh pasangan ibu dan ayah secara bersamaan. Berikut beberapa dukungan yang dapat dilakukan ayah ASI

Kondisi menyusui sangat menguras tenaga ibu, selain dari sisi fisik juga dari segi emosi. Terlebih di masa – masa awal menyusui. Keadaan ini seorang ayah ASI harus memberi dukungan dan semangat penuh kepada ibu. Meski memberikan semangat tidak mudah dilakukan namun ayah tidak boleh putus asa. Dengan membawakan segelas air atau bantal ekstra bisa menjadi dukungan yang di perlukan. Atau dengan memberikan pujian dan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan ibu untuk memberikan ASI eksklusif.

Ciptakan suasana rumah yang positif. Proses ASI eksklusif dapat di lakukan dengan mudah dengan cara menciptakan suasana rumah yang aman, nyaman dan positif. Dengan keadaan rumah yang nyaman sangat baik bagi sang ibu dan perkembangan sang bayi. Sebagai ayah ASI harus bisa mengatur kondisi rumah sesuai dengan mood dan kesukaan sang ibu.

Jika ibu bekerja, jangan sungkan bicara dengan atasannya agar sang ibu diberi waktu kalau perlu tempat khusus untuk memompa ASI. proses menyusui akan lebih mudah dengan mengatur persediaan ASI perah. Ayah bisa membantu mengaturnya dengan membuat daftar apa saja yang diperlukan untuk menyimpan ASI, seperti mencari stok botol kaca asi dan memberikan label tanggal ASI masuk freezer. Temenin juga ketika ibu sedang memompa ASI nya di malam hari dan selalu ingatkan ibu untuk memompa ASI.

 

Sekian untuk beberapa tips menjadi ayah ASI dalam mendukung sukses nya ibu menyusui.

 


Relaktasi, Memberi ASI Kembali Setelah Berhenti

relaktasi

Relaktasi, Memberi ASI Kembali Setelah Berhenti, Karena begitu pentingnya pemberian ASI kepada bayi, maka sangat di anjurkan kepada setiap ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI eksklusif nya selama 0 – 6 bulan kepada bayi atau bahkan sampai usia bayi 2 tahun. Jika ibu tidak bisa memberikan ASI nya dari awal melahirkan karena ASI nya tidak keluar, bahkan jika sampai 2 bulan masih belum bisa memberikan ASI ibu bisa mengoptimalkan pemberian ASI nya dengan melalui proses relaktasi.

 

Relaktasi adalah sebuah proses memberikan ASI kembali setelah berhenti beberapa minggu atau beberapa bulan. Bahkan jika ibu tidak menyusui bayi nya selama dua bulan ibu masih punya kesempatan untuk bisa memberikan ASI kepada si bayi. Untuk proses relaktasi juga ibu harus melakukan beberapa tahapan agar bisa berhasil dengan sukses. Ibu harus mempersiapkan mental, karena tidak akan menutup kemungkinan jika pertama – tama bayi akan menolak untuk menyusu langsung. Menyusu dengan menggunakan botol akan lebih memudahkan bayi, karena tanpa menyedot nya susu nya akan menetes beda dengan menyusui langsung bayi harus lebih aktif. Ibu juga harus berkomitmen akan melakukan proses laktasi nya sampai berhasil dan percaya diri bahwa ASI ibu pasti akan keluar. Dengan komitmen dan kepercayaan diri ibu adalah kunci keberhasilan. Ibu juga harus melakukan beberapa persiapan untuk membantu keberhasilan relaktasi, seperti makan -makanan yang bergizi, minum air putih yang banyak, cukup istirahat dan jangan terlalu capek. Perbanyak waktu dengan bayi karena nanti nya ibu harus sering menyusui nya. lakukan perlekatan kulit antara bayi dan ibu, hal ini akan terjalin nya ikatan antara keduanya. Ibu juga harus memerah untuk meningkatkan produksi ASI, untuk merangsang produksi ASI melalui hormon prolaktin, semakin sering di hisap maka semakin banyak juga produksi ASI nya.

 

Selain itu juga ibu harus menerapkan pola hidup sehat agar produksi ASI nya lancar . Sekian untuk beberapa tahapan untuk proses relaktasi, semoga bisa bermanfaat bagi para ibu.

 


Pumping Saat Perjalanan Dinas

pumping saat perjalanan dinas

Pumping saat perjalanan dinas, menjadi seorang ibu menyusui yang bekerja memiliki berbagai tantangan tersendiri dalam menjalankannya. Karena ibu harus membagi waktu antara pekerjaan kantor dan kewajiban untuk memberikan ASI. salah satu tantangan yang dihadapi ibu menyusui yang bekerja yaitu perjalanan dinas keluar kota. Ibu harus tetap melakukan kewajibannya memberikan ASI dengan cara memompa ASI nya dan selalu memastikan ASI perah nya tetap tersimpan dengan baik dan tetap terjaga kualitasnya hingga pada saat nanti ibu kembali kerumah.

 

Melihat dengan banyaknya persiapan yang harus dilakukan pada saat akan melakukan perjalanan dinas keluar kota. Ibu tidak perlu khawatir berikut beberapa tips yang dapat ibu lakukan untuk melakukan rutinitas memompa ASI dan menyimpan nya dengan lancar tanpa harus mengganggu aktivitas pekerjaan kantor ibu.

Periksa fasilitas di tempat ibu menginap

Ibu akan datang ketempat baru yang mungkin akan berbeda dengan rumah ibu sendiri. Pastikan bahawa di tempat ibu menginap memiliki fasilitas yang dapat membantu ibu dalam proses memompa ASI perah seperti lemari es untuk menyimpan ASI perah. Colokan listrik untuk mengisi baterai pompa elektri ibu, ada baiknya jika ibu membawa konektor berkaki untuk cadangan jika bentuk colokan listrik di tempat penginapan natinya berbeda.

Perlengkapan menyusui

Sebelum berangkat juga ibu harus mempersiapkan perlengkapan menyusui ibu yang harus dibawa

Pompa ASI untuk memompa ASI ibu, bawalah dengan charger nya, powerbank, atau dengan membawa baerai ekstra. Ketika ibu berangkat pastikan bahwa pompa ASInya sudah memiliki daya yang terisi penuh.

Wadah untuk menyimpan ASI perah ibu, seperti botol kaca asi.

Label dan pulpen juga perlu ibu bawa untuk memberikan tanda pada botol kaca asi kapan ibu memompa ASInya.

Cooler bag asi untuk membawa ASI perah ibu ketika di perjalanan pulang yang sudah berisi ice gel asi, agar suhu dingin ASI perah ibu tetap terjaga.

Apron menyusui yang dapat memudahkan ibu pada saat pumping dimana pun dan kapan pun jika ibu sedang ingin pumping.

Perangkat pembersih pompa, sikat botol dan sabun khusus cuci botol asi, agar pada saat pensterilan bisa lebih mudah dan lebih cepat.

Cairan pembersih tangan atau tisu basah anti bakteri untuk memastikan tangan ibu tetap higienis pada saat memompa ASI.

 

Selain itu juga ibu harus mempersiapkan mental ibu karena akan meninggalkan bayi ibu dalam waktu yang tidak sebentar, agar ibu pun bisa melakukan tugas kantornya dengan lancar dan ibu pun akan lebih tenang ketika harus meninggalkan bayi ibu di rumah.

 


Hobi baru ibu menyusui

hobi baru ibu menyusui

Hobi baru ibu menyusui, Hobi adalah kegiatan yang menyenangkan yang berkaitan dengan minat seseorang. Seseorang pasti mempunyai hobinya masing – masing yang berbeda. Begitu juga untuk ibu menyusui pasti mempunyai hobi juga. Kapan sih hobi untuk ibu menyusui dilakukan? Bisa saat menyusui, pada saat pumping dan pada saat sedang suntuk karena banyak kerjaan di kantor. Lalu apa aja hobi yang bisa di lakukan ibu menyusui agar pada saat pumping juga bisa menghasilkan ASI yang banyak dan ASI nya keluar dengan deras.

 

Mewarnai mungkin salah satu hobi bagi ibu menyusui, atau bisa juga ibu jadikan sebagai hobi baru. Dengan mewarnai dan melihat warna – warna bisa membuat lebih fresh, dengan pikiran yang fresh dan segar sehingga produksi ASI pun bisa lebih banyak. Ketika ibu sedang pumping sambil mewarnai bisa membuat mood ibu naik lagi, dengan melihat warna warni dari gambar yang sedang ibu warnai sehingga membuat ASI pun dapat keluar banyak dan stok ASI pun akan bertambah lebih banyak lagi.

 

Jika ibu yang memiliki hobi baru untuk mewarnai, ibu bisa melihat di https://www.facebook.com/SahabatAsiBKA/photos/a.204573263070202.1073741828.161439527383576/619617188232472/?type=3&theater disana ada challenge nya juga untuk mewarnai. Ibu bisa memilih gambar apa yang ingin ibu warnai sesuai dengan keinginan ibu. Dengan mewarnai pikiran ibu bisa fresh lagi ketika suasana di kantor sedang suntuk lagi banyak pekerjaan.

 


Cara penyimpanan ASI perah

ASI merupakan sumber nutrisi Yang terbaik untuk bayi, di dalam ASI juga memiliki kandungan antibodi alami yang dapat menjaga bayi dari infeksi. Pemberian ASI selama enam bulan tanpa memberikan makanan lain atau biasa di sebut dengan ASI eksklusif sangat disarankan, karena dapat menjaga kekebalan tubuh sehingga bayi tidak akan mudah terkena penyakit.

 

Untuk ibu menyusui yang harus kembali bekerja tidak perlu khawatir, ibu masih bisa untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi ibu dengan cara ASI perah. Ibu bisa menyimpan ASI perah ibu dengan baik agar manfaat dalam kandungan ASI tidak akan berubah dan berkurang. ASI perah atau ASIP merupakan ASI yang di perah dan disimpan untuk berikan kepada bayi, cara ini merupakan cara efektif yang dapat ibu lakukan ketika ibu harus kembali bekerja.

 

Berikut langkah – langkah yang bisa ibu lakukan untuk cara menyimpan ASI perah

Ibu bisa memilih wadah yang memiliki ukuran yang sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum.

ASI perah yang akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di freezer. Sedangkan untuk ASI yang disimpan dalam suhu kamar maka dianjurkan tidak boleh lebih dari 3 – 4 jam.

Jika ASI untuk 24 jam atau lebih, sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat celcius. Ini akan menjaga kandungan gizi didalam ASI yang bermanfaat untuk bayi.

Jika ASI perah akan digunakan dalam waktu 1 minggu, maka ASI perah harus di dingin kan dalam lemari pendingin dengan suhu – 18 derajat celcius atau bisa lebih rendah. ASI yang di beku kan dapat bertahan hingga 3 – 6 bulan.

Selain itu juga untuk memudahkan ibu sebaiknya menggunakan label tanggal dan jam perah ASI.

Pastikan juga ketika ibu menyimpan ASI jangan diisi penuh, tetapi usahakan ada ruang yang dikosongkan karena ASI bisa memuai.

Perlu ibu perhatikan, jika ASI perah yang disimpan dalam waktu lebih dari 6 bulan makan akan kehilangan senyawa yang berfungsi dalam melawan organisme berbahaya. Ini menyebabkan ASI akan membahayakan kesehatan bayi apabila ASI perah disimpan dalam waktu 6 bulan lebih.

 


Dasar – dasar menyusui untuk ibu baru

Menyusui merupakan salah satu bentuk kasih sayang ibu kepada bayinya. ASI merupakan makanan utama yang paling baik untuk bayi. Setelah proses persalinan selesai, sang ibu dapat membantu membangun pasokan air susu ibu (ASI) dan menghindari beberapa masalah yang mungkin akan timbul di awal pertama kali menyusui dengan cara memeluk bayi (sebaiknya kontak kulit dengan kulit) sehingga bayi mempunyai akses yang penuh ke payudara ibu atau menyusuinya sesegera mungkin atau membiarkan bayi mengisap payudara sesering mungkin.

 

Untuk ibu yang baru mempunyai bayi, sebagian besar bayi yang baru lahir umumnya siap dan berminat menyusu pada payudara selama satu jam pertama sesudah melahirkan. Manfaatkan lah momen – momen ini untuk ibu memulai menyusui bayi. Riset menunjukkan bahwa pemberian ASI yang sering dan tidak dibatasi dapat membantu mencegah pembesaran payudara yang nyeri dan memungkinkan terbentuknya pasokan ASI dalam jumlah yang besar.

 

Bagi beberapa ibu yang baru menyusui mungkin akan kebingungan. Untuk itu, jangan ragu untuk bertanya pada yang sudah berpengalaman atau pada bidan dan dokter. berikut beberapa tips yang bisa ibu lakukan ketika pertama kali menyusui :

 

  1. ketika proses persalinan selesai, segeralah ibu untuk menyusui si bayi. Perlu diketahui bahwa sebagian besar bayi yang baru lahir ada dalam keadaan bangun dan lebih berminat untuk menyusui selama satu jam sesudah dilahirkan dibanding delapan atau 24 jam kemudian.
  2. Usahakan untuk menyusui bayi yang baru lahir dalam lingkungan yang tenang dan nyaman. Lingkungan semacam ini akan membantu ibu merasa relaks dan memungkinkan sang ibu memusatkan diri pada pemberian ASI. Apabila keadaan ruangan ramai atau tidak nyaman, maka sang ibu akan susah untuk berkonsentrasi untuk memberikan ASI.
  3. Bagi ibu yang pertama kali memberikan ASI. mintalah keluarga terdekat ibu, suami atau teman baik untuk menemani ibu ketika menyusui bayi.
  4. Cari posisi yang nyaman dengan punggung tersangga dengan baik. Gunakan bantal untuk menopang lengan ibu dan bayi. Jika ibu menjalani bedah caesar, pemberian ASI yang pertama mungkin perlu ditunda sampai lebih dari satu jam sesudah melahirkan dan anda mungkin akan membutuhkan bantuan ekstra.

Sekian untuk ulasan tips bagi ibu baru yang pertama kali menyusui. Semoga bisa membantu dan memberi manfaat untuk ibu baru.

 

 


Ketentuan Dalam Memberikan ASIP

Bagi setiap ibu yang baru melahirkan sangat peting memperhatikan ASI yang dihasilkan, agar bayi tidak sampai kekurangan ASI. ada banyak cara yang dapat ibu lakukan serta makanan yang bisa ibu terapkan setelah ibu melahirkan untuk memperbanyak ASI yang cukup untuk bayinya. Seperti banyak makan sayur – sayuran, buah – buahan dan masih banyak lagi.

 

Bagi ibu menyusui yang harus tetap kembali bekerja di kantor, biasanya ASI akan dipompa sebanyak mungkin untuk stok disimpan di kulkas sampai bayi membutuhkan ASI tersebut ketika ibu sudah beraktifitas kembali dikantor. Simpanlah ASI perahnya kedalam botol kaca asi yang aman dan sudah food grade.

 

Hal lain yang perlu diperhatikan pada saat memberikan ASI perah (ASIP) adalah ibu harus tahu bagaimana memproses ASIP yang telah berada didalam kulkas yang sudah beberapa lama agar dapat dikonsumsi oleh si bayi.

 

Beberapa proses cara memberikan ASI perah yang sudah disimpan di freezer

  1. Mulailah dari ASI yang paling lama disimpan

Tatalah posisi ASI pada freezer dari urutan terlama hingga terbaru. Hal ini akan memudahkan ibu untuk menentukan ASI mana yang akan diberikan kepada bayi terlebih dahulu.

 

  1. Jangan gunakan microwave atau memasaknya hingga mendidih

Jangan mamanaskan ASI dengan memasukan kedalam microwave atau memanaskan kedalam panci berisi air dan memasaknya hingga mendidih di atas kompor. Karena hal ini dapat menghilangkan kandungan yang terdapat di dalam ASI.

 

  1. Pindahkan ASI dari suhu beku ke suhu dingin

Jika ASI disimpan dalam freezr dengan suhu -18°C, maka cara terbaik untuk mencairkannya dengan cara menaruhnya kebagian bawah kulkas sekitar 4 °C, selama semaleman atau kurang lebih 8 jam. Ibu bisa menyimpannya di bagian pintu kulkas karena lebih hangat dibandingkan dengan bagian dalam kulkas. Makan ASI perah yang membeku akan mencair secara alami, tidak secara drastic dan kualitas ASI perahnya pun tetap terjaga.

 

  1. Hangatkan ASI dengan mengalirkan air atau merendamnya dengan air hangat

ASI yang sudah disimpan dikulkas dengan suhu 4°C. maka cara terbaik untuk menghangatkannya adalah dengan disimpan disuhu ruangan terlebih dahulu setelah itu dapat mengaliri dengan air atau bisa dengan merendamnya kedalam wadah yang berisi air hangat.

 

  1. Campur rata ASI terlebih dahulu secara perlahan sebelum disajikan

Sebelum diberikan kebayi pastikan seluruh bagian ASI tercampur secara merata. karena ASI yang sudah di simpan lama dalam kulkas, biasanya lemak dalam susu akan terpisah. Oleh karena itu ibu harus mencampurnya secara perlahan.

  1. Sisa ASI bisa diminum kembali atau di buang

ASI perah yang tidak terminum oleh bayi masih bisa diminumkan kembali kecuali dalam waktu kurang satu jam, jika sudah lebih maka sebaiknya langsung dibuang.

 

Demikina untuk beberapa proses yang dapat ibu lakukan sebelum memberikan ASI perah yang sudah dibekukan kepada bayi.

 


peralatan perang untuk menyusui yang dibawa kekantor

Menjadi wanita karir atau ibu bekerja bukanlah halangan bagi seorang ibu untuk memberikan ASI yang cukup untuk buah hatinya. Agar ibu dapat memberikan ASI dengan lancar, sejak kehamilan ibu bisa mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan agar dapat memberikan ASI untuk buah hatinya. Sebagai wanita karir atau ibu bekerja ada beberapa hal dalam pemberian ASI dikarenakan saat di kantor ibu harus memerah ASI agar dapat disimpan dan diberikan pada saat ibu tidak ada di rumah. Oleh karena itu ibu butuh persiapan dan perlengkapan yang dibutuhkan agar pemberian ASI perah untuk buah hatinya bisa berjalan dengan lancar.

Peralatan menyusui berperan penting untuk keberhasilan dan kelancaran ibu dalam pemberian ASI perah untuk buah hatinya. Ada beberapa peralatan menyusui yang harus disiapkan dan dibawa oleh ibu yang bekerja.

  1. Pompa ASI atau breastpump

sudah pasti ini peralatan tempur paling utama yang harus dibawa ke kantor. Pompa ASI atau breastpump selain membantu pengumpulan stok ASI perah, pompa ASI juga membantu ibu untuk semangat pumping saat dikantor. Jangan sampai karena pompa ASI nya kurang bagus membuat hasil stok ASI perah tidak cukup terkumpul. Sehingga ibu jadi tidak semangat pumping yang dapat berimbas keproduksi ASI jadi berkurang. Sehingga ibu harus bisa memilih pompa ASI yang nyaman ibu gunakan untuk memompa ASI.

  1. Cooler bag ASIcooler bag asi

Cooler bag asi berfungsi untuk menyimpan ASI perah ibu selama di kantor dan untuk mebawa ASI perah saat dalam perjalanan. jika di kantor menyediakan kulkas ibu dapat menyimpan nya dikulkas dan setelah jam pulang kantor ibu dapat menggunakan cooler bag ASI untuk membawa ASI perahnya untuk dibawa pulang.

  1. Ice gel asiIce Gel ASI

ice gel asi berfungsi sebagai pendingin ASI perah dalam cooler bag asi. sehingga pada saat diperjalanan ASI perah ibu tetap segar dan fresh ketika sampai di rumah.

  1. Botol kaca asiproduk botol kaca ASI BKA

Botol kaca asi berfungsi untuk menyimapan ASI perah ibu ketika sudah memompa ASInya. Karena kebutuhannya tidak hanya satu atau dua buah botol saja tetapi sampai puluhan botol, untuk menabung stok ASI perah yang banyak. Selain itu juga botol kaca asi dapat digunakan berulang kali sehingga dapat menghemat biaya ibu.

 

 


Menaikan Mood Saat Pumping

menaikan mood saat pumping

 

Menyusui merupakan hal yang sangat membahagiakan bagi seorang ibu. Karena memberikan ASI adalah impian Bagi setiap ibu yang baru melahirkan. Bahkan sampai jika nanti ibu mulai kembali dengan rutinitas kerja, ibu pasti menginginkan untuk terus memberikan ASI agar si bayi tetap mendapatkan nutrisi yang terbaik dari ASI. dengan cara memompa ASI ibu bisa terus memberikan ASI kepada Bayinya.

 

Untuk pertama kali pumping mungkin ibu belum terbiasa dan akan merasa bosan atau ngerasa tidak nyaman. Akan tetapi masalah itu harus bisa dilawan agar bayi tetap mendapatkan nutrisi seimbang dari ASI. Ibu tidak perlu khawatir ketika pumping akan merasa bosan, ibu bisa cari suasana lain agar tetap kembali bersemangat. ibu bisa melakukan beberapa hal yang dapat menaikan mood saat pumping.

 

Ibu bisa menggunakan tempat atau ruangan yang nyaman atau ruangan lain yang bisa membuat ibu tidak bosan, menaikkan mood saat pumping juga bisa ibu lakukan dengan cara pumping dengan teman agar ada teman untuk mengobrol sehingga mood ibu tidak akan cepat bosan, ibu juga bisa sambil nonton film pada saat pumping. selain itu juga yang terpenting pada saat pumping ibu harus tetap rileks dan tidak stress. Pada saat pumping jangan jadikan itu sebagai beban atau tanggung jawab yang berat untuk ibu lakukan.