Ibu Melahirkan Secara Caesar Apa Bisa Menyusui

menyusui setelah operasi caesar

Ibu melahirkan secara Caesar apa bisa menyusui, kebanyakan ibu yang melahirkan bayi nya secara operasi Caesar merasa khawatir kalau tidak bisa memberikan ASI kepada bayinya. hal ini dikarenakan banyak nya anggapan dari seorang ibu setelah melahirkan secara operasi Caesar membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan melahirkan secara normal.

 

Tidak jarang juga akibat dari anastesi paska melahirkan membuat para ibu sulit untuk bisa memberikan ASI kepada bayi nya. berikut beberapa hal yang bisa ibu lakukan untuk sekses memberikan ASI setelah melahirkan secara operasi Caesar.

 

Inisiasi menyusu dini (IMD)

Hal yang perlu ibu persiapkan adalah meminta dokter spesialis kandungan untuk bisa memberikan waktu melakukan IMD. Sebenarnya menyusui merupakan proses yang alami dimana setiap ibu bisa diberi kemampuan untuk bisa menyusui bayinya. IMD juga bisa dilakukan oleh ibu yang melakukan persalinan secara operasi Caesar. Namun dengan catatan kondisi fisik ibu memungkinkan untuk melakukan IMD. Biasanya ibu dengan anastesi lokal bisa melakukan IMD, dimana bayi akan melakukan skin to skin pada payudara ibu dan berusaha untuk menghisap payudara ibu untuk menyusu. Jika kedua tangan ibu masih belum bisa digerakkan, ibu tidak perlu khawatir karena tenaga medis akan membantu ibu dalam proses IMD agar bisa berhasil.

 

Menyusui yang tepat

Bagi ibu yang melahirkan melalui operasi Caesar memang masih kesulitan ketika menyusui bayi nya. hal itu dikarenakan ibu masih belum bisa duduk dengan baik. Cobalah ibu untuk berkonsultasi kepada konselor laktasi, posisi yang memungkinkan bagi ibu untuk menyusui. Biasanya setelah empat hari paska operasi Caesar ibu sudah bisa duduk dengan nyaman dan menyusui bayi.

 

Menyusui bayi lebih sering

Bayi yang baru lahir akan memiliki pola tidur yang lebih banyak, namun ibu jangan mengikuti pola tidur bayi, tetapi cobalah untuk lebih sering menyusui. Karena dengan ibu lebih sering menyusui bayi maka dapat merangsang untuk menstimulus produksi ASI yang di hasilkan.

 

Rawat gabung

Saat akan melahirkan pilihlah rumah sakit yang memiliki fasilitas rawat gabung. Dimana ibu dan bayi berada dalam satu kamar, hal ini akan memberikan keuntungan untuk ibu bisa lebih dekat dengan bayi dalam waktu 24 jam. Rawat gabung akan memudahkan ibu untuk memberikan ASI kepada bayi nya. jika ada alasan tertentu yang membuat ibu dan bayi tidak bisa di rawat gabung, maka ibu bisa memompa ASI setiap 3 – 4 jam sekali. Setelah itu mintalah bantuan perawat untuk memberikan ASI kepada bayi ibu dengan menggunakan cup feeder. Setelah itu dilanjutkan menyusui jika kondisi sudah memungkinkan bayi untuk bersama ibu.

 


Menjadi Ibu Menyusui Yang Selalu Happy

tips ibu menyusui yang bahagia

Menjadi ibu menyusui yang selalu happy, setelah bayi lahir ke dunia dan menjadi seorang ibu merupakan salah satu kebahagiaan yang diinginkan bagi setiap wanita yang sudah berpasangan. Bahkan sampai ibu bisa menyusui selama enam bulan tanpa ada tambahan makanan atau minuman lain selain ASI atau biasa disebut ASI eksklusif, setelah itu dilanjutkan sampai usia bayinya dua tahun.

 

Bagi ibu yang sedang menyusui banyak tantangan dan rintangan untuk bisa sukses menyusui terutama di pertama menyusui. Pada saat menyusui tidak sedikit ibu yang suka berfikir negatif apakah ibu bisa memberikan ASI kepada bayi nya atau tidak dan selalu merasa cemas, khawatir, atau bahkan merasa sakit ketika di awal – awal menyusui. Namun sebenarnya salah satu kunci keberhasilan seorang ibu dalam memberikan ASI adalah dengan ibu selalu berfikir positif atau selalu senang dan bahagia. Karena ibu menyusui harus selalu senang dan bahagia agar ASI nya bisa keluar dengan lancar. Berikut beberapa cara agar ibu bisa menyusui dengan perasaan senang dan bahagia.

 

Banyak istirahat

Proses melahirkan merupakan proses yang dapat mengeluarkan banyak energi, maka dari itu untuk memulihkan tenaga dengan cara banyak istirahat. Ibu bisa minta bantuan kepada suami atau keluarga untuk menjaga bayi sementara ibu sedang beristirahat. Dengan beristirahat yang cukup akan memberikan dampak besar bagi pemulihan diri secara fisik dan mental.

 

Mendekatkan diri dengan bayi

Hubungan perasaan dan curahan kasih sayang ibu terhadap bayi juga dapat memicu hormon oksitosin. Misal dengan memeluk dan mencium bayi, kontak mata dan kontak kulit. Meski saat menjalin hubungan baik tersebut tidak mudah, adanya dukungan dan bantuan dari pihak lain akan membantu dalam proses menyusui.

 

Menanggulangi rasa sakit ketika menyusui

Bagi para ibu yang baru menyusui bayinya terkadang merasakan sakit pada puting. Untuk menanggulangi hal tersebut ibu bisa mengoleskan ASI di sekitar puting. Selain itu ibu dapat mengubah posisi ketika ibu menyusui sehingga ibu tidak merasa sakit terus menerus di tempat yang sama. Cobalah ibu untuk menyusui secara sering tapi dengan waktu yang sebentar , karena jika ibu jarang menyusui maka bayi akan merasa lebih lapar dan membuat puting lebih sakit pada awal menyusui.

 

Sentuh dan pijatan

Ketika menyusui, ibu terkadang mengalami ketegangan di punggung, bahu dan leher. Cobalah ibu untuk melemaskan atau memijat bagian yang tegang tersebut setelah menyusui agar dapat menghilangkan otot yang kaku dan tegang. Ibu bisa meminta bantuan suami untuk memijat bagian yang kaku dan tegang. Karena adanya sentuhan atau pijatan dari orang lain dapat membantu mengalirkan ketenangan dan mengurangi rasa sakit pada ibu menyusui.

 

Tersenyum dan tertawa

Jangan meremehkan kekuatan dari tersenyum dan tertawa setelah melahirkan. Para peneliti mengatakan bahwa tersenyum dapat mengencangkan oto pipi yang mengalirkan dara ke otak dan memicu pikiran positif.

 

Dukungan suami dan keluarga

Ketika ibu mulai menyusui ibu membutuhkan lingkungan yang mendukung ibu. Pada saat ini dukungan dari suami dan keluarga perlu ikut peran dalam proses menyusui. Yang terpenting adalah ibu membutuhkan suasana dan lingkungan yang kondusif demi keberhasilan memberikan ASI.

 

Semoga dengan beberapa tips di atas bisa membantu ibu dalam proses menyusui agar bisa terus senang dan bahagia. Sehingga ASI pun bisa mengalir dengan lancar.

 


Mengatasi Bayi Yang menggigit puting

mengatasi bayi yang menggigit puting

Mengatasi bayi yang menggigit puting, menyusui bukanlah pekerjaan yang ringan, banyak ibu yang mempunyai pengalaman yang kurang mengenakan pada saat menyusui bayinya. salah satunya adalah ketika bayi menggigit puting payudara ibu. Apalagi pada saat bayi sudah mulai tumbuh gigi banyak macam reaksi ibu pada saat mengalami kejadian itu. Mulai dari berteriak karena kaget, refleks menarik payudara dari si bayi bahkan hanya dengan reaksi diam saja meskipun harus menahan rasa sakit.

 

Berbeda reaksi ibu saat menyusui bayi, makan akan berbeda pula yang akan dilakukan oleh sang bayi setelahnya. Jika ibu menjerit atau berteriak pada saat menyusui bayi menggigit puting ibu, biasanya bayi akan terkejut dan bahkan bisa trauma sehingga bisa saja bayi engga untuk disusui kembali. Namun ada juga bayi yang malah penasaran sehingga akan melakukan nya kembali untuk melihat reaksi sang ibu dan menganggapnya sebagai permainan.

 

Jika bayi ibu menggigit pada saat di susui sebaiknya ibu harus tetap bersikap tenang dan tidak melakukan sesuatu yang dapat membuatnya kaget. Kemudian lepaskan mulut bayi dari puting ibu secara perlahan untuk menghindari rasa sakit yang lebih hebat. Atau bila ibu sudah melihat tanda – tanda bahwa bayi akan menggigit puting ibu segera masuk kan jari kelingking ibu ke sudut mulut bayi dan tempatkan diantara kedua gusi nya. Dengan demikian pada saat menyusui, bayi ibu akan teralih kan dan akan memilih menggigit jari ibu dari pada menggigit puting payudara ibu.

 

Untuk mengatasi bayi yang menggigit puting payudara ibu pada saat sedang disusui, ibu bisa mengikuti beberapa cara berikut ini

Jika bayi menggigit puting payudara ibu berulang – ulang, berikanlah lebih banyak ciuman, pelukan dan pujian pada saat bayi sedang menyusui dan tidak menggigit. Dengan hal seperti itu bayi ibu akan lebih sedikit mengerti ketika sedang disusui bahwa ibu lebih menyayangi nya bila dia tidak menggigit pada saat disusui. Jika bayi menggigit puting payudara ibu, tataplah mata bayi ibu dengan menunjukan rasa sedikit tidak senang dan segera hentikan kegiatan menyusui tersebut. Dengan begitu saat menyusui bayi ibu akan menyadari bahwa hal itu sang ibu tidak suka kalau dia melakukan nya dan tidak akan mengulanginya.

Usahakan menyusui bayi di tempat yang tenang dan tidak banyak suara yang dapat mengganggu konsentrasi. Terkadang bayi menggigit dikarenakan mendengar suara asing dan berusaha untuk menoleh kesumber suara tanpa melepaskan mulut dari puting payudara ibu.

 

jika bayi suka menggigit bisa saja dikarenakan bayi merasa kurang perhatian dari ibu. Misalnya bila ibu menyusui sambil chatting atau hal – hal lainnya. Untuk menghindari hal itu ajaklah bayi ibu mengobrol atau usap – usaplah kepala bayi pada saat menyusui.

 


Ruang Laktasi Disurabaya

ruang laktasi di surabaya

ruang laktasi

 

Ruang laktasi di Surabaya, banyak ibu yang masih menyusui jarang membawa bayinya untuk berjalan – jalan ke sebuah pusat pembelanjaan. Dikarenakan ibu agak kesulitan untuk menyusui bayinya di tempat umum, karena tidak ada tempat untuk menyusui yang tertutup atau sebuah ruang laktasi. Bagi ibu sekarang sudah tidak perlu khawatir lagi ketika ingin membawa bayinya pergi jalan – jalan ke sebuah tempat pusat pembelanjaan, terutama bagi ibu – ibu yang berada di daerah Surabaya. Sekarang sudah ada tersedianya ruang laktasi atau ruang untuk menyusui di beberapa pusat pembelanjaan yang ada di Surabaya, agar memudahkan ibu menyusui untuk memberikan ASI kepada bayinya ketika berjalan – jalan di sebuah pusat pembelanjaan.

 

Pusat pembelanjaan manakah yang memiliki fasilitas ruang laktasi atau ruang menyusuinya. Berikut salah satu pusat pembelanjaan di Surabaya yang memiliki fasilitas ruang laktasi nya

Tunjungan Plaza (TP), di tempat ini memiliki beberapa ruang laktasi yakni di TP3 foodcourt lantai 5, TP3 lantai 1, dan TP4 lantai 4. Yang dilengkapi dengan dua sofa panjang, terdapat wastafel, matras bayi, tisu, tempat sampah, dan air mineral. Sehingga ibu juga akan merasa nyaman menggunakan ruang laktasi ini. Di ruang laktasi ini juga bisa ditempati beberapa ibu secara bersamaan pada saat ibu sedang menyusui.

 

Dengan adanya ruang laktasi akan membantu para ibu untuk bisa terus memberikan ASI kepada bayinya ketika di tempat umum atau pusat pembelanjaan. Sehingga ibu pun bisa membawa bayi nya untuk pergi berjalan – jalan.

 


Waktu Pumping Ibu Bekerja

 

Waktu pumping ibu bekerja, karena begitu pentingnya ASI bagi bayi ibu yang harus kembali bekerja akan melakukan berbagai cara untuk tetap memberikan ASInya. Dengan memompa ASI dan menyimpan nya merupakan salah satu cara yang efektif agar ibu bisa terus memberikan ASInya untuk bayi dirumah. Dengan sering nya memerah ASI di kantor maka produksi ASI bisa terus meningkat, memerah ASI juga harus dengan teratur dan terjadwal. Sebelum kembali bekerja sebaiknya ibu diskusikan dengan atasan dan teman kerja ibu di kantor agar minta waktu untuk memerah ASI.

 

Jika memungkinkan untuk ibu bisa memerah ASInya dikantor sebanyak 3 kali, dengan jarak waktu 2 – 3 jam sekali misalkan jam 9 pagi ketika ibu sudah sampai di kantor, jam 12 siang sebelum atau sesudah ibu makan siang, dan jam 3 sore sebelum ibu pulang kantor. Atau bahkan ibu juga bisa memerah ASInya jam 6 pagi sebelum ibu berangkat ke kantor.

 

Semoga dengan adanya waktu pumping untuk ibu bekerja dapat membantu ibu untuk terus semangat memberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan sampai bayinya berusia dua tahun. Karena ASI merupakan nutrisi terbaik untuk bayi sehingga pekerjaan di kantor tidak akan menghalangi ibu untuk terus memberikan nutrisi terbaik ibu untuk sang buah hati di rumah.

 


Hari Pertama Menyusui

hari pertama menyusui

Hari pertama menyusui, saat menantikan kehadiran bayi ke dunia. Kebanyakan ibu pasti sudah mengetahui bahwa ASI merupakan asupan nutrisi terbaik untuk bayi. Setiap ibu pasti sudah bertekad untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya setelah bayinya lahir, Karena begitu penting nya ASI untuk bayi.

 

Hal pertama yang perlu dilakukan setelah melahirkan adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD). IMD adalah proses kontak kulit pertama kali sang ibu dengan bayi setelah bayi dilahirkan, proses ini dilakukan minimal selama 1 jam. Pada proses IMD bayi akan memperoleh kolostrum dan sentuhan bayi akan merangsang hormone oksitosin yang dapat membantu kelancaran ibu saat pertama menyusui. Melakukan proses IMD sampai tuntas dapat mengurangi kemungkinan ibu dan bayi mengalami kesulitan menyusui dan dapat meningkatkan persentase keberhasilan ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan. Selain itu juga IMD terbukti mengurangi stress pada bayi, bayi juga menjadi lebih tenang, pernafasan dan detak jantung lebih stabil. Menjaga kestabilan kadar gula darah dan bayi juga akan mendapatkan kuman baik dari permukaan dada ibu yang penting bagi pencernaan bayi baru lahir.

 

Meskipun ibu sudah bisa menyusui bayi nya dengan nyaman kadang ibu masih memiliki rasa kekhawatiran apakah bayi ibu mendapatkan ASI yang cukup. Hal yang dapat ibu perhatikan untuk mengetahui apakah bayi ibu mendapatkan ASI yang cukup yaitu dengan memperhatikan BAK (buang air kecil) dan BAB (buang air besar) si bayi. Bayi yang mendapatkan ASI yang cukup akan buang air kecil minimal satu kali pada hari pertama dan frekuensinya bertambah seiring pertambahan usianya.

 

Dukungan dari suami dan keluarga terdekat merupakan hal yang utama dan paling penting untuk membantu ibu di hari pertamanya menyusui. Orang yang terdekat ibu bisa membantu agar tetap percaya diri dan tenang dalam menghadapi tantangan menyusui. Ketika ibu merasa nyaman, tenang dan percaya diri akan membuat ASI lancar dan ibu bisa menghadapi semuanya.

 


Peran ASI Dalam Tumbuh Kembang Anak

peran ASI dalam tumbuh kembang bayi

Peran ASI dalam tumbuh kembang anak, ASI merupakan nutrisi terbaik dan makanan bayi yang memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak, karena terbukti memiliki manfaat sangat besar untuk jangka panjang.

 

Mengapa ASI merupakan nutrisi terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak? karena dalam ASI terdapat kadar lemak yang lebih tinggi di banding dengan yang lain. kadar lemak yang tinggi itu dibutuhkan bayi untuk mendukung pertumbuhan otak yang cepat semasa bayi. Semasa lahir, otak bayi belum sepenuhnya berkembang dan akan terus tumbuh serta berkembang. Kemudian membuat hubungan penting antar sel yang ada sampai sekitar 3 tahun setelah lahir.

 

Berikut beberapa manfaat untuk tumbuh kembang bayi

  1. ASI mengandung zat – zat berkualitas tinggi berguna untuk kecerdasan, pertumbuhan dan perkembangan anak
  2. Bayi yang diberi ASI akan lebih cerdas disbandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.
  3. ASI mengandung antibody, antibody ini berfungsi melawan bakteri dan virus sehingga bayi tidak mudah sakit. Bayi yang sehat akan tumbuh lebih baik dari pada bayi yang mudah sakit. Beberapa gejala infeksi seperti demam tinggi dapat mengakibatkan kerusakan otak yang tentunya akan menghambat perkembangan bayi secara keseluruhan. Oleh karena itu, ASI memiliki peran penting dalam mencegah kerusakan otk dan hambatan pertumbuhan.
  4. Mendukung pertumbuhan tulang dan gigi. Laktosa pada ASI bermanfaat meningkatkan absorbs kalsium. Kalsium ini sangat diperlukan untuk membentuk tulang dan gigi anak. selain itu ASI juga mengandung vitamin D yang turut mendukung pertumbuhan tulang.
  5. Mendukung pertumbuhan psikologis, ibu yang menyusui akan lebih sering mendekap bayinya sehingga memberikan suasana nyaman dan tenang. Suasana ini akan memacu perkembangan fisik dan psikis bayi sehingga lebih mudah dilatih dan konsentrasi terhadap didikan ibu.

 

Jadi memberikan ASI adalah pilihan ibu yang paling tepat untuk bayi, Karena ASI adalah pilihan terbaik ibu untuk proses tumbuh kembang anak.

 


Dukungan Ayah Dalam Memberikan ASI

ayah asi

Dukungan Ayah dalam memberikan ASI, Ketika bayi sudah lahir ke dunia ini kerjasama ayah dan ibu sangat diperlukan untuk mengurus bayi. Ibu tidak akan bisa berjuang sendirian, Peran serta dukungan dari anggota keluarga khususnya ayah sangat diperlukan. Ayah harus mengetahui dengan benar mengenai manfaat dari ASI, dengan mengetahui dari manfaat ASI ayah akan lebih mudah dalam memberikan dukungan untuk ibu dalam menyusui.

 

Setelah ayah mengetahui manfaat ASI bagi bayi. Sebagai seorang ayah ASI, ayah harus bisa memberi dukungan kepada ibu yang menyusui. Suksesnya ibu menyusui haruslah didukung oleh pasangan ibu dan ayah secara bersamaan. Berikut beberapa dukungan yang dapat dilakukan ayah ASI

Kondisi menyusui sangat menguras tenaga ibu, selain dari sisi fisik juga dari segi emosi. Terlebih di masa – masa awal menyusui. Keadaan ini seorang ayah ASI harus memberi dukungan dan semangat penuh kepada ibu. Meski memberikan semangat tidak mudah dilakukan namun ayah tidak boleh putus asa. Dengan membawakan segelas air atau bantal ekstra bisa menjadi dukungan yang di perlukan. Atau dengan memberikan pujian dan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan ibu untuk memberikan ASI eksklusif.

Ciptakan suasana rumah yang positif. Proses ASI eksklusif dapat di lakukan dengan mudah dengan cara menciptakan suasana rumah yang aman, nyaman dan positif. Dengan keadaan rumah yang nyaman sangat baik bagi sang ibu dan perkembangan sang bayi. Sebagai ayah ASI harus bisa mengatur kondisi rumah sesuai dengan mood dan kesukaan sang ibu.

Jika ibu bekerja, jangan sungkan bicara dengan atasannya agar sang ibu diberi waktu kalau perlu tempat khusus untuk memompa ASI. proses menyusui akan lebih mudah dengan mengatur persediaan ASI perah. Ayah bisa membantu mengaturnya dengan membuat daftar apa saja yang diperlukan untuk menyimpan ASI, seperti mencari stok botol kaca asi dan memberikan label tanggal ASI masuk freezer. Temenin juga ketika ibu sedang memompa ASI nya di malam hari dan selalu ingatkan ibu untuk memompa ASI.

 

Sekian untuk beberapa tips menjadi ayah ASI dalam mendukung sukses nya ibu menyusui.

 


Relaktasi, Memberi ASI Kembali Setelah Berhenti

relaktasi

Relaktasi, Memberi ASI Kembali Setelah Berhenti, Karena begitu pentingnya pemberian ASI kepada bayi, maka sangat di anjurkan kepada setiap ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI eksklusif nya selama 0 – 6 bulan kepada bayi atau bahkan sampai usia bayi 2 tahun. Jika ibu tidak bisa memberikan ASI nya dari awal melahirkan karena ASI nya tidak keluar, bahkan jika sampai 2 bulan masih belum bisa memberikan ASI ibu bisa mengoptimalkan pemberian ASI nya dengan melalui proses relaktasi.

 

Relaktasi adalah sebuah proses memberikan ASI kembali setelah berhenti beberapa minggu atau beberapa bulan. Bahkan jika ibu tidak menyusui bayi nya selama dua bulan ibu masih punya kesempatan untuk bisa memberikan ASI kepada si bayi. Untuk proses relaktasi juga ibu harus melakukan beberapa tahapan agar bisa berhasil dengan sukses. Ibu harus mempersiapkan mental, karena tidak akan menutup kemungkinan jika pertama – tama bayi akan menolak untuk menyusu langsung. Menyusu dengan menggunakan botol akan lebih memudahkan bayi, karena tanpa menyedot nya susu nya akan menetes beda dengan menyusui langsung bayi harus lebih aktif. Ibu juga harus berkomitmen akan melakukan proses laktasi nya sampai berhasil dan percaya diri bahwa ASI ibu pasti akan keluar. Dengan komitmen dan kepercayaan diri ibu adalah kunci keberhasilan. Ibu juga harus melakukan beberapa persiapan untuk membantu keberhasilan relaktasi, seperti makan -makanan yang bergizi, minum air putih yang banyak, cukup istirahat dan jangan terlalu capek. Perbanyak waktu dengan bayi karena nanti nya ibu harus sering menyusui nya. lakukan perlekatan kulit antara bayi dan ibu, hal ini akan terjalin nya ikatan antara keduanya. Ibu juga harus memerah untuk meningkatkan produksi ASI, untuk merangsang produksi ASI melalui hormon prolaktin, semakin sering di hisap maka semakin banyak juga produksi ASI nya.

 

Selain itu juga ibu harus menerapkan pola hidup sehat agar produksi ASI nya lancar . Sekian untuk beberapa tahapan untuk proses relaktasi, semoga bisa bermanfaat bagi para ibu.

 


Pumping Saat Perjalanan Dinas

pumping saat perjalanan dinas

Pumping saat perjalanan dinas, menjadi seorang ibu menyusui yang bekerja memiliki berbagai tantangan tersendiri dalam menjalankannya. Karena ibu harus membagi waktu antara pekerjaan kantor dan kewajiban untuk memberikan ASI. salah satu tantangan yang dihadapi ibu menyusui yang bekerja yaitu perjalanan dinas keluar kota. Ibu harus tetap melakukan kewajibannya memberikan ASI dengan cara memompa ASI nya dan selalu memastikan ASI perah nya tetap tersimpan dengan baik dan tetap terjaga kualitasnya hingga pada saat nanti ibu kembali kerumah.

 

Melihat dengan banyaknya persiapan yang harus dilakukan pada saat akan melakukan perjalanan dinas keluar kota. Ibu tidak perlu khawatir berikut beberapa tips yang dapat ibu lakukan untuk melakukan rutinitas memompa ASI dan menyimpan nya dengan lancar tanpa harus mengganggu aktivitas pekerjaan kantor ibu.

Periksa fasilitas di tempat ibu menginap

Ibu akan datang ketempat baru yang mungkin akan berbeda dengan rumah ibu sendiri. Pastikan bahawa di tempat ibu menginap memiliki fasilitas yang dapat membantu ibu dalam proses memompa ASI perah seperti lemari es untuk menyimpan ASI perah. Colokan listrik untuk mengisi baterai pompa elektri ibu, ada baiknya jika ibu membawa konektor berkaki untuk cadangan jika bentuk colokan listrik di tempat penginapan natinya berbeda.

Perlengkapan menyusui

Sebelum berangkat juga ibu harus mempersiapkan perlengkapan menyusui ibu yang harus dibawa

Pompa ASI untuk memompa ASI ibu, bawalah dengan charger nya, powerbank, atau dengan membawa baerai ekstra. Ketika ibu berangkat pastikan bahwa pompa ASInya sudah memiliki daya yang terisi penuh.

Wadah untuk menyimpan ASI perah ibu, seperti botol kaca asi.

Label dan pulpen juga perlu ibu bawa untuk memberikan tanda pada botol kaca asi kapan ibu memompa ASInya.

Cooler bag asi untuk membawa ASI perah ibu ketika di perjalanan pulang yang sudah berisi ice gel asi, agar suhu dingin ASI perah ibu tetap terjaga.

Apron menyusui yang dapat memudahkan ibu pada saat pumping dimana pun dan kapan pun jika ibu sedang ingin pumping.

Perangkat pembersih pompa, sikat botol dan sabun khusus cuci botol asi, agar pada saat pensterilan bisa lebih mudah dan lebih cepat.

Cairan pembersih tangan atau tisu basah anti bakteri untuk memastikan tangan ibu tetap higienis pada saat memompa ASI.

 

Selain itu juga ibu harus mempersiapkan mental ibu karena akan meninggalkan bayi ibu dalam waktu yang tidak sebentar, agar ibu pun bisa melakukan tugas kantornya dengan lancar dan ibu pun akan lebih tenang ketika harus meninggalkan bayi ibu di rumah.